Begitulah judul yang ingin saya angkat. Sekilas nampak sederhana namun terkandung makna yang mendalam. Ada lika-liku ketika kami mencoba menebar misi yang terselib dari setiap lembar buku ini. Ada yang hanya melirik seolah tak peduli. Bisa jadi karena tak ada waktu untuk membaca. Sesibuk itukah untuk urusan dunia? Halo dunia, mengapa dirimu semakin memukau.
Dok : Buku siap diekspedisikan 

Jika kita pahami, sebetulnya hakekat membaca adalah mengisi. Dan menulis adalah cara bijak untuk menuangkan kata. Tergantung pada konten yang kita baca. Jika memang message yang tersirat mampu menginspirasi banyak nyawa, bisa jadi itulah bekal akherat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan kelak di hari akhir sebagai jariyah wahai sang penulis.

***

Pengalaman itu guru yang paling baik. Pengalaman tidak hanya kita dapat dari apa yang kita alami namun bisa dari orang lain baik yang kita kenal maupun hanya kenal lewat tulisan. Mengambil hikmah dari suatu kejadian itulah hal terpenting. Dan hanya mereka yang berhati bening yang mampu menghadirkan hikmah dari setiap kejadian yang menyapa. Hingga akhirnya membuat kita berusaha berbenah dan berintrospeksi diri.

Ramadan Penuh Hikmah sebagai buku perdana saya bersama beberapa penulis yang jujur saja tidak kukenal sebelumnya, ternyata mampu menjadi inspirasi awal untuk bertransformasi sebagai seorang penulis. Terasa gamang tapi itulah hidup, semua mengalir begitu saja tanpa kita tahu arah sebelumnya. Dan Allah telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan tanpa janji dengan harapan mampu menginspirasi.

***

Sastra, Jurusan yang dulu pernah ku tolak nyatanya sekarang malah semakin merapat dan seolah enggan move on dari dalam ruh ini. Heran juga, ijazah yang ada di tanganpun tak lagi menuntun arahku melangkah. Justru beberapa fakultas yang dulu pernah jadi idolaku namun  nyata-nyata menolakku secara halus, kini malah membayangi langkahku yang semakin nyata. Ya.. Psikologi dan Ilmu Komunikasi.



Begitulah jika takdir sudah menyapa, tidak ada yang bisa berkelit. Semua skenario indah dari Allah. Berlikunya hidup pun adalah sebuah misteri. Hanya berbekal keyakinan dan selalu berpikir positif akan mampu menghantarkanku untuk mewujudkan segala asa yang terpendam.

Termasuk menjual dengan hati. Ya menjual buku dengan hati, dengan harapan pesan sederhana yang terdampar dalam setiap lembarnya mampu menjadi anak panah bagi para pembaca. Terbukti sangat efektif, karena menjual dengan hati akan mampu memikat jiwa setiap penikmat kata.

***

Terima kasih Allah telah mempertemukan kami dalam rajutan kalimat meski masih jauh dari kata sempurna. Karena sejatinya kesempurnaan itu hanya milikMu semata.

Terima kasih untuk belahan jiwaku, supportmu ibarat hormon endorfin yang diproduksi dalam tubuh. Bersyukur, Allah telah menghadirkanmu untuk menutupi dan melengkapi segala kekuranganku.

Terima kasih kepada para penulis, karena tanpa kalian apalah artinya diri ini. Orang bijak berkata, jika ingin melangkah lebih jauh maka berjalanlah bersama-sama dan saya bersyukur ada pada barisan itu bersama kalian.

Terima kasih kepada Saudara, sahabat dan handai taulan yang telah sudi meminang buku tanpa makna ini. Harapan terbesar semoga buku ini mampu menginspirasi semua pembaca khususnya bagi pribadi penulis.

Akhirnya, nantikan kehadiranku di buku selanjutnya. Dukungan kalian semua sangat berharga untukku.


0 Komentar